Sunday Brunch di Sabeen Restaurant, The Haven Seminyak, Bali.
HEADLINE NEWS -
Brunch atau jamuan di antara
jam normal sarapan dan makan siang biasanya disajikan dalam bentuk
prasmanan dan mulai dihidangkan di jam 10.30. Atau, selambatnya jam 11.
Uniknya, sebagian besar restoran di hotel-hotel berbintang yang ada di Bali, sengaja terlambat menyediakan
brunch,
yaitu di pukul 12.00. Menurut Marketing Communication The Haven
Seminyak, Sammy Neno, di Bali memang terbiasa menyajikan brunch saat jam
makan siang.
"Kalau jam 10 atau jam 11, tamu-tamunya belum bangun," kata Sammy.
Ya, atmosfer Bali yang terasa liburan, membuat turis inginnya bangun telat dan bersantai-santai lebih lama. Bisa dibilang,
brunch pun menjadi hidangan gabungan antara sarapan
(breakfast) dan makan siang
(lunch).
Tak
terkecuali Sabeen Restaurant yang berada di The Haven Seminyak, Bali.
Sunday Brunch pun memberlakukan jam yang sama. Agar perut tak kaget,
mulai saja dengan makanan kecil sebagai hidangan pembuka ala canape.
Anda
tak akan menemukan hidangan sushi dan sashimi ala Jepang ataupun
makanan Indonesia, pun mi ala masakan China. Sunday Brunch The Haven
Seminyak memfokuskan diri pada kuliner Mediterania.
Tak heran,
hidangan yang banyak disajikan adalah menu-menu Barat terutama dari
negara-negara Eropa yang berdekatan dengan Laut Mediterania. Sebut saja
Italia, Yunani, Perancis, dan Spanyol. Ciri khas utamanya adalah
penggunaan minyak zaitun dan metode memasak yang menitikberatkan pada
panggang atau bakar dan rebus.
Karena berhubungan dengan Laut
Mediterania, penggunaan bahan segar dari laut pun menonjol. Hal tersebut
pun tampak dari station yang ada di Sabeen Restaurant pada saat Sunday
Brunch. Beberapa station menampilkan bakar ala barbeque dengan sentuhan
minyak zaitun.
"Ada sekitar 10 station. Konsepnya
open kitchen
(dapur terbuka). Mau makan yang mana terlebih dahulu, tergantung Anda.
Jika Anda penggemar kuliner Perancis, bisa mencicipi foe gras dan ikan
snapper yang dibakar," kata Executive Chef Sabeen Restaurant Clive Allan
Pelser, Minggu (29/4/2012).
Penggemar masakan Spanyol, lanjut Pelser, dapat mencicipi pertama kali kuliner Spanyol di
station hot dish (hidangan panas). Panas di sini tak sekadar masakan yang disajikan panas-panas, namun juga hentakan pedas dari cabai.
"Spanyol khasnya penggunaan cabai. Di
station barbeque, juga ada yang khas Spanyol, udang dibakar dan diberi bumbu cabai," jelasnya.
Di
hidangan panas, ada pula makanan khas Perancis yang langka ada di
brunch, yaitu escargot atau keong. Escargot yang asin dimasak dengan
jamur. Lembut jamur cocok dengan kenyal daging keong.
Sementara
masakan Italia direpresentasikan ke station pasta. Selain itu, ada pula
omelete station yang menyajikan olahan telur dadar dengan aneka isian
sayuran dan bahan laut.
Di salah satu station yang menyediakan
hidangan mentah, Anda harus mencoba tiram segar dengan perasan jeruk
lemon. Tekstur lembut dengan selintasan aroma laut, begitu halus di
lidah.
Tak boleh terlewatkan hidangan penutup. Kue dan puding manis. Lalu
chocolate fountain atau air mancur cokelat. Colek
marshmallow yang lembut ke cokelat cair yang mengucur. Buah dan es krim juga menjadi hidangan penutup yang manis.
Sunday Brunch tersedia mulai pukul 12.00 sampai 15.00. Harga Sunday Brunch Rp 329.000 untuk semua menu makanan prasmanan.
Brunch tentu tak lengkap tanpa minuman
cocktail dan
wine. Tamu dapat membeli paket minuman seharga Rp 329.000 untuk menikmati aneka minuman sepuasnya, mulai dari
sparkling wine, red wine, gin, vodka, tequila, cocktails, beer, jus, smoothies, teh dan kopi, serta
mocktail.
Salah
satu minuman yang direkomendasikan adalah Mango Margarita, berupa
paduan jus mango dan margarita. Begitu menyegarkan dan ringan, cocok
diminum di udara panas Bali sambil menikmati olahan laut dengan cita
rasa Mediterania.