Selasa, 15 Mei 2012

 Promosi Pariwisata Makin Digencarkan
 
 Sapta Nirwandar
JAKARTA — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus memaksimalkan potensi pariwisata di Indonesia. Keseriusan ini ditunjukkan dengan semakin banyaknya kegiatan pariwisata yang digelar dan didukung Kemenparekraf.
"Kami akan konsisten mendorong kegiatan yang berpotensi untuk menjadi kegiatan internasional," ujar Wakil Menparekraf Sapta Nirwandar, Selasa (15/5/2012), di Jakarta.
Sapta menjelaskan beberapa kegiatan yang akan digelar Kemenparekraf. "Bulan Juni, kami akan mendukung kegiatan Tour de Singkarak di Sumatera Barat. Selain itu, kami juga akan mendukung sejumlah kegiatan Direktorat Promosi Dalam Negeri, antara lain Festival Danau Toba, Bangka Jazz Festival, Jogja Jazz Festival, Indonesia MICE and Corporate Travel Mart, serta Festival Mutiara," paparnya.
Kemenparekraf juga melakukan promosi wisata di luar negeri, antara lain Inacraft di China, Internasional Muslim Travel Mart di Malaysia, serta berpartisipasi dalam ajang ITB Berlin. Kemenparekraf juga akan giat mendorong pengembangan wisata minat khusus, seperti spa, golf, selam, dan wisata kapal pesiar. Kegiatan promosi wisata di dalam dan luar negeri yang dilakukan Kemenparekraf bertujuan untuk mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancangera serta jumlah perjalanan wisatawan nusantara.
"Biasanya kegiatan promosi ini merupakan kegiatan tahunan. Untuk menghindari kejenuhan pengunjung, kami akan melakukan beberapa terobosan yang disesuaikan dengan kondisi daerah setempat," tuturnya.
Meski demikian, dalam pelaksanaannya, sejumlah kegiatan promosi ini tak pelak menemui kendala, seperti masalah aksesibilitas, kemacetan, pelayanan jasa, dan yang tidak kalah penting adalah kebersihan.
"Kami akan terus mengupayakan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut," ujarnya.

Senin, 14 Mei 2012

 Festival Teluk Jailolo Kembali Digelar
 
 Suasana ivent Festival Teluk Jailolo
TERNATE - Perhelatan budaya tahunan Festival Teluk Jailolo (FTJ) kembali digelar Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) kembali dihelat, Senin (14/5/2012) sore ini. Rencananya, genderang opening ceremony FTJ ditabuh sore ini oleh Gubernur Maluku Utara, Thaib Armayin.
Berlokasi di areal Pelabuhan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara masyarakat sekitar sudah memadatinya sejak Minggu (13/5/2012) malam. Kegiatan yang memasuki tahun ke 4 ini mengusung tema the Amazing of Golden Spice Island.
Berbagai potensi wisata bahari serta budaya termasuk wisata petualangan bakal mewarnai perhelatan ini. "FTJ tahun ini dikemas lebih spektakuler. Bahkan FTJ tahun ini dirancang memecahkan rekor muri bakar ikan yang saat ini dipegang Kota Surabaya. Surabaya sendiri mengoleksi rekor tempat bakar ikan sepanjang 5,2 kilo meter dengan jumlah ikan 8 ton, FTJ tahun ini menyiapkan tempat bakar ikan 6 kilometer, dengan jumlah ikan 10 ton," jelas Ketua Umum Festival Teluk Jailolo (FTJ) Abjan Sofya.

Rencananya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Mari Elka Pangestu dan Menteri Pemuda Olahraga RI Andy Mallaranggeng bakal hadir dalam event yang juga dihelat untuk meramaikan event berkelas Internasional, Sail Morotai 2012.

Sejumlah pejabat teras di dua kementerian ini juga dijadwalkan hadir. Selain itu, pejabat teras Provinsi dan Sembilan Kabupaten/Kota di Maluku Utara juga dijadwalkan ambil bagian. Para rektor pimpinan Bank, Perusahaan hingga para Sultan di jazirah Moloku Kie Raha juga meramaikan acara ini.

Festival Teluk Jailolo tahun ini diprediksi bakal menjadi FTJ yang paling ramai, karena disaat yang bersamaan masyarakat dan pemerintah Kabupaten Halmahera Barat juga menjadi tuan rumah kegiatan level provinsi yakni Pekan Olahraga Pelajar Daerah dan Hari Kesatuan Gerak PKK Maluku Utara. 

Minggu, 13 Mei 2012

 Hard Rock Hotel Bali Gelar Peringatan Hari Ibu
 
 Hard Rock Hotel Bali
KUTA - Hard Rock Hotel di Kuta, Bali, menggelar Mother's Day, hari Minggu (13/5/2012) mulai pukul 12 siang ini. Rangkaian acara dipersembahkan untuk kaum ibu dengan menu makan siang serta lomba-lomba seru.
Mereka yang sudah menjadi ibu boleh makan siang free di hotel dan hanya anak-anaknya saja yang bayar dengan setengah harga.
-- Lucia Dwi Cahyani
Acara ini untuk kaum ibu dan anaknya baik yang menginap maupun tidak. "Mereka yang sudah menjadi ibu boleh makan siang free di hotel dan hanya anak-anaknya saja yang bayar dengan setengah harga," kata Lucia Dwi Cahyani, Ass Marketing Communication Manager Hard Rock Hotel Bali.
Permainan yang digelar seperti menhias kue, membuat puisi bertema Ibu, dan beberapa lainnya. Hari Ibu kali ini merupakan hari internasional dan berbeda dengan hari ibu nasional pada 22 Desember.

Sabtu, 12 Mei 2012

 Hotel dengan Kamar Garfield sampai Kennedy
 
The Spot Hotel, Legian, Bali 
JAKARTA – Legian tak ada matinya. Walau kawasan kecil di Bali selatan ini sudah begitu padat, hotel-hotel baru selalu muncul. Di Legian, persaingan akomodasi begitu beragam, mulai dari hotel bintang lima sampai losmen.

Saat ini, tren penginapan mengarah ke hotel bujet yang menawarkan harga miring. Tak sekadar hotel dengan harga terjangkau, namun juga memberikan sesuatu yang lebih kepada tamu. Biasanya pendekatan di interior yang menarik.

Di tengah persaingan tersebut, hadir The Spot Hotel dengan konsep kamar yang unik yang baru dibuka April 2012 ini. The Spot dari TPM Hospitality menawarkan penginapan dengan konsep interior yang beragam. Ada 21 kamar di hotel ini dan setiap kamar memiliki tema sendiri.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (11/5/2012), kamar-kamar ini terinspirasi oleh figur publik, seniman, makanan, atau fenomena yang menjadi sorotan dunia. Tamu dapat memilih kamar dengan tema Audrey Hepburn, Beatles, Cupcakes, Disney, Einstein, Friends, Garfield, Historian, India, James Bond, Kennedy, Legian, Monalisa, New York, Opera, The Queen, Rock 'n Roll, Simpsons, Tango, dan Union Jack.

Setiap kamar mempunyai fasilitas yang seragam. Kamar mandi di dalam, self-controlled AC, meja tulis, lemari pakaian, majalah, dan televisi berbayar dengan harga yang seragam. Pihak The Spot sendiri menyasar pasar wisatawan domestik maupun mancanegara terutama dari Australia dan Eropa.

Selama masa promosi, hingga 31 Mei 2012, The Spot menawarkan harga spesial per kamar, yakni mulai dari Rp 500.000 nett per malam (harga normal mulai Rp 750.000), sudah termasuk sarapan untuk 2 orang.

Jumat, 11 Mei 2012

Strategi Menarik Wisatawan pada "Low Season"
Wisatawan asal Belanda tengah mengamati aktivitas anak buah kapal phinisi yang sedang melakukan bongkar muat di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta
HEADLINE NEWS , JAKARTA - Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) mengutarakan beberapa strategi pokok untuk periode 2011-2015. Salah satunya adalah strategi "Low Season". Pengertian "Low Season" adalah periode musim sepi kunjungan wisatawan. "Musim sepi ini biasanya disebut-sebut di bulan Januari-Maret dan bulan Oktober-Desember," kata Ketua Umum BPPI, Yanti Sukamdani dalam acara sosialisasi  program kerja BPPI di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kamis (10/5/2012).
Berbagai program telah dipersiapkan BPPI untuk menarik kunjungan wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Khusus untuk wisatawan mancanegara, turis yang disasar adalah pasar regional seperti Singapura, Malaysia, China, dan Taiwan.
Produk-produk "Low Season"  meliputi paket stop over, program diskon di pusat perbelanjaan, dan program sales mission. Paket stop over yang dimaksud adalah tur selama transit di kota tertentu, misalnya paket Jakarta stop over, Surabaya stop over, Bali stop over, Medan stop over, dan Jogja stop over.
Paket-paket "Low Season" tersebut disiapkan untuk sepanjang tahun. Rencananya, paket tersebut akan dibuat bersama hotel, biro perjalanan wisata, dan maskapai. Pada bulan Juli tahun ini, paket-paket tersebut diharapkan telah selesai dibuat sehingga dapat mulai tersedia pada low season akhir tahun 2012.
Promosi Pariwisata
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar mengungkapkan Kemenparekraf akan berfokus pada pencitraan negara. Sedangkan BPPI, lanjutnya, pada pencitraan produk. Hal ini agar tidak terjadi tumpang tindih antara Kemenparekraf dengan BPPI dalam hal promosi pariwisata.
Contohnya, lanjut Sapta, adalah saat melakukan promosi saat pameran di luar negeri, Kemenparekraf bertindak sebagai penyedia stan, bahan informasi, dan melakukan konferensi pers. Sementara BPPI akan fokus pada peserta yang akan mengisi stan dan menjual produk wisata pada pameran.
"Jadi fokus promosi tidak saling bertabrakan, tapi saling melengkapi dan bersinergi," tuturnya dalam kesempatan yang sama.
BPPI atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai Indonesia Tourism Promotion Board merupakan asosiasi pariwisata yang dibentuk sebagai mitra dari Kemenparekraf yang dimotori oleh insan pariwisata. Tujuan BPPI adalah untuk mempromosikan dunia pariwisata Indonesia melalui jalur-jalur dan strategi profesional swasta.

Kamis, 10 Mei 2012

Istana Bogor Jadi Tempat Wisata
 
 Istana Bogor
BOGOR - Puluhan ribu warga dan wisatawan diperkirakan mendatangi Istana Bogor Open dan Paledang Fest’12 pada pertengahan Mei mendatang. Kesempatan masyarakat untuk mengunjungi Istana Bogor pada akhir pekan diperkirakan jadi daya tarik utama wisatawan untuk mendatangi Kota Bogor.
”Kami memperkirakan sekitar 70.000 orang berpartisipasi mengikuti acara Istana Bogor Open pada 14-16 Mei dan 19-20 Mei,” tutur Ketua Panitia Istana Bogor Open dan Paledang Fest’12 Mursyida, Rabu (9/5/2012).
Istana Bogor Open dan Paledang Fest’12 diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-530 Bogor. Masyarakat mendapat kesempatan mengunjungi Istana Bogor dengan didampingi pemandu tanpa dipungut biaya. Masyarakat bisa mendaftar sebelum acara atau pada hari pelaksanaan.
Menurut Mursyida, hingga Rabu siang, setidaknya sudah ada 4.000 orang yang mendaftar untuk mengikuti Istana Bogor Open. Namun, dia memperkirakan jumlah pengunjung akan melampaui peserta tahun lalu yang sekitar 65.000 orang. Pasalnya, tahun ini masyarakat bisa mengunjungi Istana Bogor pada akhir pekan, Sabtu-Minggu (19-20 Mei), sedangkan tahun lalu pengunjung tidak bisa masuk pada akhir pekan.
”Apalagi juga ada Paledang Fest yang kami gelar bersamaan dengan Istana Bogor Open, akan membuat lebih banyak orang datang,” tuturnya.
Agung S Badarudin, pengurus Bogor Heritage, salah satu penyelenggara Paledang Fest’12, menambahkan, dalam festival yang diselenggarakan tidak jauh dari Istana Bogor itu, pengunjung bisa melihat aneka produk seni dan budaya Kota Bogor serta pameran pariwisata.
Surya (25), warga Sindangbarang, Bogor Barat, yang mendaftarkan 15 kerabatnya untuk mengikuti Istana Bogor Open, mengaku belum pernah mengunjungi Istana Bogor. Dia mengaku hendak melihat kamar yang pernah digunakan Presiden Soekarno serta ingin tahu ruangan di dalam Istana Bogor.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fetty Qondarsyah mengatakan akan meminta guru secara kolektif mendaftarkan siswanya untuk melihat Istana Bogor. Dia berharap pengalaman menyaksikan kondisi Istana Bogor secara langsung bisa menambah wawasan siswa.
”Kebetulan itu kan setelah ujian sekolah dasar sehingga ada kesempatan juga siswa untuk mengikutinya,” ujar Fetty.

Rabu, 09 Mei 2012

Serayu Jadi Ikon Wisata Banjarnegara
 
 Wisata arung jeram Sungai Serayu di Banjarnegara.
BANJARNEGARA - Sungai Serayu yang berhulu di Dataran Tinggi Dieng akan menjadi ikon wisata Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Selain menawarkan paket wisata ekstrem arung jeram, sektor lain yang dikembangkan kini yakni wisata budaya dan agrokultur.
Saatnya Serayu diangkat menjadi ikon Banjarnegara dan dijual sebagai paket wisata.
-- Sutedjo Slamet Utomo
Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo, Rabu (9/5/2012) mengatakan, Sungai Serayu yang membelah wilayah Banjarnegara memiliki potensi alam dan budaya yang luar biasa namun selama ini belum digarap optimal. "Saatnya Serayu diangkat menjadi ikon Banjarnegara dan dijual sebagai paket wisata," ujarnya.
Sejauh ini, paket wisata Sungai Serayu yang sudah digarap adalah wisata arung jeram. Selain rutin dikunjungi wisatawan domestik dari berbagai daerah di Tanah Air, beberapa kali, Sungai Serayu digunakan sebagai lokasi kegiatan lomba arung jeram tingkat nasional bahkan internasional.
Padahal, kata lanjut Sutedjo, kebudayaan lembah Sungai Serayu sangat beragam dan menarik untuk ditawarkan menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara. Beberapa di antaranya adalah kekayaan batik Gumelem dan sejumlah kuliner khas seperti buntil hingga dawet ayu.
Dia mengakui, Banjarnegara sejauh ini belum terlalu dikenal oleh khalayak luas sebagai destinasi wisata. Namun, sejak berdirinya hotel berbintang di Banjarnegara 2011 lalu, pemkab setempat berniat lebih mempromosikan wilayah yang berada di lintas jalur tengah Jateng ini.
Untuk mendongkrak promosi daerah, Pemkab Banjarnegara menggandeng Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Hasil kajian ini diharapkan dapat dituangkan dalam kegiatan Festival Serayu yang akan digelar 2013 mendatang sebagai bagian dari program Visit Jateng 2013.