Minggu, 06 Mei 2012

Menikmati "Sunday Brunch" di Seminyak
Sunday Brunch di Sabeen Restaurant, The Haven Seminyak, Bali.
HEADLINE NEWS - Brunch atau jamuan di antara jam normal sarapan dan makan siang biasanya disajikan dalam bentuk prasmanan dan mulai dihidangkan di jam 10.30. Atau, selambatnya jam 11.
Uniknya, sebagian besar restoran di hotel-hotel berbintang yang ada di Bali, sengaja terlambat menyediakan brunch, yaitu di pukul 12.00. Menurut Marketing Communication The Haven Seminyak, Sammy Neno, di Bali memang terbiasa menyajikan brunch saat jam makan siang.
"Kalau jam 10 atau jam 11, tamu-tamunya belum bangun," kata Sammy.
Ya, atmosfer Bali yang terasa liburan, membuat turis inginnya bangun telat dan bersantai-santai lebih lama. Bisa dibilang, brunch pun menjadi hidangan gabungan antara sarapan (breakfast) dan makan siang (lunch).
Tak terkecuali Sabeen Restaurant yang berada di The Haven Seminyak, Bali. Sunday Brunch pun memberlakukan jam yang sama. Agar perut tak kaget, mulai saja dengan makanan kecil sebagai hidangan pembuka ala canape.
Anda tak akan menemukan hidangan sushi dan sashimi ala Jepang ataupun makanan Indonesia, pun mi ala masakan China. Sunday Brunch The Haven Seminyak memfokuskan diri pada kuliner Mediterania.
Tak heran, hidangan yang banyak disajikan adalah menu-menu Barat terutama dari negara-negara Eropa yang berdekatan dengan Laut Mediterania. Sebut saja Italia, Yunani, Perancis, dan Spanyol. Ciri khas utamanya adalah penggunaan minyak zaitun dan metode memasak yang menitikberatkan pada panggang atau bakar dan rebus.
Karena berhubungan dengan Laut Mediterania, penggunaan bahan segar dari laut pun menonjol. Hal tersebut pun tampak dari station yang ada di Sabeen Restaurant pada saat Sunday Brunch. Beberapa station menampilkan bakar ala barbeque dengan sentuhan minyak zaitun.
"Ada sekitar 10 station. Konsepnya open kitchen (dapur terbuka). Mau makan yang mana terlebih dahulu, tergantung Anda. Jika Anda penggemar kuliner Perancis, bisa mencicipi foe gras dan ikan snapper yang dibakar," kata Executive Chef Sabeen Restaurant Clive Allan Pelser, Minggu (29/4/2012).
Penggemar masakan Spanyol, lanjut Pelser, dapat mencicipi pertama kali kuliner Spanyol di station hot dish (hidangan panas). Panas di sini tak sekadar masakan yang disajikan panas-panas, namun juga hentakan pedas dari cabai.
"Spanyol khasnya penggunaan cabai. Di station barbeque, juga ada yang khas Spanyol, udang dibakar dan diberi bumbu cabai," jelasnya.
Di hidangan panas, ada pula makanan khas Perancis yang langka ada di brunch, yaitu escargot atau keong. Escargot yang asin dimasak dengan jamur. Lembut jamur cocok dengan kenyal daging keong.
Sementara masakan Italia direpresentasikan ke station pasta. Selain itu, ada pula omelete station yang menyajikan olahan telur dadar dengan aneka isian sayuran dan bahan laut.
Di salah satu station yang menyediakan hidangan mentah, Anda harus mencoba tiram segar dengan perasan jeruk lemon. Tekstur lembut dengan selintasan aroma laut, begitu halus di lidah.
Tak boleh terlewatkan hidangan penutup. Kue dan puding manis. Lalu chocolate fountain atau air mancur cokelat. Colek marshmallow yang lembut ke cokelat cair yang mengucur. Buah dan es krim juga menjadi hidangan penutup yang manis.
Sunday Brunch tersedia mulai pukul 12.00 sampai 15.00. Harga Sunday Brunch Rp 329.000 untuk semua menu makanan prasmanan. Brunch tentu tak lengkap tanpa minuman cocktail dan wine. Tamu dapat membeli paket minuman seharga Rp 329.000 untuk menikmati aneka minuman sepuasnya, mulai dari sparkling wine, red wine, gin, vodka, tequila, cocktails, beer, jus, smoothies, teh dan kopi, serta mocktail.
Salah satu minuman yang direkomendasikan adalah Mango Margarita, berupa paduan jus mango dan margarita. Begitu menyegarkan dan ringan, cocok diminum di udara panas Bali sambil menikmati olahan laut dengan cita rasa Mediterania.

Sabtu, 05 Mei 2012

Mengenal Lebih Dekat Museum Abdul Djalil
 
 Pengunjung akan disambut patung macan sebelum memasuki gedung museum Abdul Djalil Magelang. Bagi Taruna, binatang ini simbol semangat juang para taruna. 

MAGELANG - Menghabiskan hari libur akhir pekan tidak selalu dilakukan dengan bersenang-senang di taman atau pusat berbelanjaan, namun bisa juga bersenang-senang sambil belajar tentang dunia militer. Mengunjungi Museum Militer adalah salah satu pilihannya.
Di Magelang, Jateng, ada Museum Abdul Djalil, museum yang berada di komplek Akademi Militer (Akmil) Magelang itu menyimpan berbagai benda-benda sejarah yang berhubungan dengan dunia kemiliteran. Museum ini didirikan pada tahun 1964 dengan nama Museum Dharma Bhakti Taruna, kemudian pada tahun 1975 diubah menjadi Museum Taruna Abdul Djalil.
"Nama Abdul Djalil sendiri, adalah nama seorang alumni Akmil Yogyakarta yang telah gugur di medan perang saat berlangsungnya agresi militer kedua. Dia memiliki dedikasi yang luar biasa, juga memiliki keahlian di bidang seni, sastra, musik, dan lain-lain," terang Perwira Urusan Museum, Letnan 1 Infanteri, AD Martono.
Seekor macan Tidar jantan yang telah diawetkan di dalam sebuah kotak berkaca akan menyambut pengunjung sebelum memasuki gedung museum. Menurut Martono, macan tersebut adalah macan liar yang saat itu hidup di sekitaran Gunung Tidar. Sementara macan Tidar betina, disimpan di dalam ruang Akabri.
Macan adalah simbol semangat juang para taruna, karena itu selain dijadikan obyek wisata bagi masyarakat umum untuk lebih mengenal sejarah kemiliteran, museum ini didirikan juga untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan patriot bagi taruna itu sendiri.
Pengunjung di museum ini lebih banyak para anak-anak sekolah dari berbagai daerah seperti Jawa Timur dan Jawa Barat. Per minggu, rata-rata terdapat sekitar 200 orang pengunjung, dan tidak dikenai tarif masuk, hanya diminta kesadarannya untuk memberikan uang perawatan secara sukarela.
"Kita tidak memasang tarif, karena semuanya demi pendidikan nasionalisme. Hanya saja, ketika ada pengunjung yang melebihi 10 orang, maka harus memberikan surat pemberitahuan terlebih dahulu dan ditujukan kepada Gubernur Akmil, apabila disetujui maka baru dipersilakan masuk," jelasnya.
Museum yang memiliki dua lantai dengan luas bangunan sekitar 980 meter persegi ini, terdapat tujuh ruang, antara lain ruang auditorium yang menampilkan film pendek sejarah berdirinya Akmil Magelang. Kemudian ruang pra-Akademi Militer Nasional (AMN), ruang AMN, ruang AKABRI, ruang Akmil, ruang koleksi senjata laras panjang dan pistol, dan ruang batik taruna yang berisi foto alumni berprestasi. Juga ditambah taman meriam yang berada di komplek luar gedung museum.
Memasuki ruang senjata, simpan kamera Anda, sebab setiap pengunjung dilarang keras membawa kamera dalam bentuk apa pun, termasuk kamera yang terdapat pada handphone. Bahkan demi kepentingan nasional, ruang ini juga tertutup untuk wisatawan asing. Mereka hanya dipersilakan berkunjung di ruang yang lain tapi tidak untuk ruang senjata.
"Ruang senjata memang tidak diperbolehkan karena dihawatirkan akan terpublikasi dan dapat dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," tegas Kepala Urusan Museum, Kapten Agam Martaweli CBA.
Di ruang senjata ini, terdapat sebanyak 400 jenis senjata, baik pistol dan senjata laras panjang berbagai ukuran dan karakternya, serta artileri. Senjata-senjata tersebut bukan hanya senjata yang biasa dipakai oleh tentara, namun juga terdapat senjata yang biasa digunakan oleh personel kepolisian. Bahkan, juga terdapat senjata-senjata yang digunakan oleh para anggota PKI dalam tragedi G 30 S/PKI. Sebagian senjata masih digunakan di lapangan.
Bahkan di museum ini juga terdapat dua senjata pistol emas. Pistol emas tersebut salah satunya adalah sumbangan dari Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno (mantan Wapres RI) yang merupakan pistol yang digunakan untuk memberangus PKI. Sedangkan pistol emas kedua adalah sumbangan dari Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu (mantan Kepala Staf TNI AD).
Di ruang yang lain, yakni ruang batik taruna terdapat foto-foto alumni yang berprestasi, baik di bidang kemiliteran maupun di bidang pemerintahan. Tentunya, foto Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan alumni terbaik AKABRI/Akmil tahun 1973 juga terpasang cukup spesial di ruang ini. Untuk menghormati dan mengenang para taruna yang wafat, di museum ini juga terdapat foto-foto taruna yang telah gugur di medan tempur saat dikirim ke Timor Timur maupun ke Aceh.

Jumat, 04 Mei 2012

Semarak Naik Dango di Sungai Ambawang
Gubernur Kalbar Cornelis saat membuka ritual naik dango (Foto: Dina/Okezone)
Gubernur Kalbar Cornelis saat membuka ritual naik dango
PONTIANAK - Perayaan naik dango, ritual setahun sekali yang dilaksanakan oleh suku Dayak Kanayan berlangsung meriah di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Ribuan masyarakat memenuhi lapangan rumah panjang adat Dayak yang ada di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, mulai sekira pukul 09.00 WIB, baru-baru ini.

Kali ini, Kabupaten Kubu Raya terpilih sebagai tuan rumah pelaksanaan perayaan naik dango yang disambut masyarakat sekitar sebagai sebuah perayaan wajib tiap tahun. Aktivitas ini wajib mereka ikuti sebagai rasa syukur menyimpan hasil panen padi mereka selama setahun.

Masyarakat yang hadir berasal dari Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Pontianak, dan Kabupaten Landak. Upacara adat diisi dengan tarian dari kontingen tingkat kecamatan untuk mengarak berbagai simbol dan menarikan tarian khas naik dango yang dibawakan para remaja Dayak Kanayan.

Menurut Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, naik dango mengingatkan masyarakat Dayak bahwa mereka terhubung langsung dengan alam sekitar, juga kepada Sang Jubata untuk mengucap syukur atas berkah yang diterima oleh masyarakat Suku Kanayan.

“Perayaan ini mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas berkah yang diberikan Tuhan kepada kita,” katanya pada pembukaan naik dango.

Memang, saat ini banyak kemajuan bidang transportasi dan komunikasi yang membuat banyak orang terbuka akan informasi dan pengalaman budaya lainnya sehingga mempengaruhi gaya hidup seseorang atau masyarakat. Namun, Cornelis berharap masyarakat Dayak Kanayan dapat melakukan penyesuaian dengan gaya hidup modern di luar lingkungan mereka.

”Dengan banyaknya informasi yang terbuka dengan hidup modern, membuat generasi muda tidak terlalu tertarik dengan hal berbau tradisional. Perayaan naik dango ini harus dilestarikan,” harapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantaran Barat Yusri Zainuddin mengatakan upacara naik dango dilakukan oleh masyarakat suku Dayak yang bertujuan melestarikan budaya daerah sebagai khasanah budaya Nasional.

“Selain memberikan dampak positif terhadap dinamika pembangunan dan ekonomi di tiap-tiap kecamatan,” katanya.

Budaya khas Dayak ini, dikatakan Yusri, dapat menonjolkan peningkatan hasil panen padi. Selain peningkatan sumber daya manusia bidang pertanian juga merupakan upacara yang unik untuk dilihat dan menarik banyak wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal yang datang ke Kalimantan Barat.

“Jelas kami berharap dengan acara tahunan ini, banyak wisawatan yang datang ke Kalbar karena naik dango merupakan ritual adat Dayak yang unik dan layak dinikmati banyak orang,” jelasnya.

Hadir dalam perayaan Naik Dango, Ketua DPRD Kalbar Minsen bersama seluruh Kepala SKPD, beberapa pejabat di kabupaten, seperti Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan dan Pejabat dari Polda Kalbar.

Kamis, 03 Mei 2012

Petualangan Seru & Mendebarkan di Bumi Minangkabau
Arung Jeram Sungai Batang Tarusan (Foto: wisatamelayu)
Arung Jeram Sungai Batang Tarusan
HEADLINE NEWS - LIBURAN menjadi sarana pelepas stres yang efektif. Ketika sebagian wisatawan memilih berlibur di tempat tenang sebagian lain justru mencari bentuk wisata pemacu adrenalin.

Bagi Anda penyuka wisata petualangan, Sumatera Barat mempunyai beberapa destinasi seru dan mendebarkan, seperti dilansir buku Informasi Pariwisata Nusantara dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.

Arung Jeram Sungai Batang Kuantan

Jika Anda penyuka olahraga yang menantang, Anda dapat mencoba arung jeram di Sungai Batang Kuantan Sawahlunto, Sijunjung. Sungai sepanjang 38 kilometer ini sangat asyik untuk diarungi.

Batu-batu besar yang mendominasi serta arus sungai yang deras dengan kecuraman ekstrem akan menjadi pengalaman menarik yang tidak mudah dilupakan. Jadi, jika berkunjung ke Sumatera Barat, jangan lupa untuk mencoba berarung jeram di sungai ini.
Letak arung jeram Sungai Batang Kuantan terletak sekira 14 kilometer dari Terminal Muaro Sijunjung dengan kendaraan umum.

Paralayang di Puncak Lawang

Puncak Lawang terletak di sekitar Danau Maninjau, Kabupaten Agam. Tempat ini sudah beberapa kali menjadi tuan rumah ajang festival para pilot paralayang untuk beratraksi di udara.

Sambil terbang di udara menggunakan parasut, wisatawan dapat menikmati keindahan Danau Maninjau yang berada di bawah. Pada ketinggian 900 meter di atas permukaan laut, wisatawan dapat melayang bergantung di tali paraglider. Menikmati paralayang di Puncak Lawang menjadi hiburan yang menyenangkan. Selain memacu adrenalin, Anda pun disuguhi pemandangan menawan Danau Maninjau.

Paralayang di Puncak Lawang terletak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Untuk akses transportasinya, Padang-Bukittinggi ditempuh selama dua jam dengan mobil. Perjalanan dilanjutkan dari Bukittinggi-Danau Maninjau sekira 40 menit dan Danau Maninjau-Puncak Lawang ditempuh kurang dari 30 menit.

Arung Jeram Sungai Batang Tarusan

Sungai ini terlihat jelas dari jalan lintas Padang-Painan yang berhulu dari Danau Diatas dan memiliki debit air relatif stabil meskipun di musim kemarau. Sungai ini sangat layak diarungi dengan tingkat kesulitan menengah (grade 2+ sampai 3). Namun di musim penghujan, tingkat kesulitannya akan bertambah, mencapai grade 4+.

Pengarungan biasanya dimulai dari Desa Taratak yang terletak sekira 20 menit dari jalan lintas dengan lama pengarungan 2-3 jam. Wisatawan yang telah berpengalaman dapat memulai pengarungan dari daerah hulu yang tentunya mempunyai jeram-jeram lebih menantang dan kemiringan lebih ekstrem.

Karakter sungai daerah hulu yang sempit juga menambah cepatnya arus sungai dan menghadirkan jeram-jeram besar serta turunannya yang dapat menyebabkan perahu terbalik apabila telat bermanuver.

Adrenalin akan dipacu habis-habiskan ketika melewati jeram-jeram Batang Tarusan. Sepanjang pengarungan, wisatawan akan disuguhi pemandangan indah khas perbukitan yang terasa asri dan cukup terjaga kelestariannya.

Hijaunya alam dipadu jernihnya air sungai serta ganasnya jeram tentu akan memberikan kenikmatan tersendiri bagi wisatawan yang menyukai kegiatan petualangan. Transportasi yang lancer ke daeran inipun salah satu faktor pendukung untuk mengembangkan Batang Tarusan sebagai objek wisata petualangan. Perjalanan menuju titik start pengarungan dapat ditempuh selama 1,5-2 jam dari Kota Padang.

Selasa, 01 Mei 2012

Ada-Ada Saja, Tiket Pesawat Gratis untuk Istri Keempat
Flyer Promosi Kulula Airlines (Foto: Dailymail)
Flyer Promosi Kulula Airlines
MASKAPAI penerbangan satu ini menawarkan promosi unik kepada para penumpangnya. Mereka memberikan penerbangan gratis bagi istri keempat.

Kulula Airlines memberikan promo unik sehubungan dengan presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, yang baru saja menikah untuk keempat kalinya. Maskapai yang berbasis di Afrika Selatan ini mengumumkan promo tersebut di halaman Facebook-nya.

"Terinspirasi dari wisatawan VIP yang teratur berpergian dengan rombongan besar, promo ini terbuka bagi Anda yang menjadi istri keempat," dikutip dari iklan Facebook tersebut, seperti disitat dari Dailymail, Senin (30/4/2012).

Promo penerbangan gratis ini dapat digunakan untuk rute Johannesburg menuju Cape Town. Untuk bisa menikmati, sebelumnya sang suami harus membelikan tiket Kulula Airlines bagi semua istrinya. Baru setelah menyerahkan tiket, bukti perkawinan, dan tanda pengenal, penumpang bisa mendapat uang pengembalian untuk tiket gratis.

Presiden Zuma sebenarnya telah menikah lima kali, namun dia bercerai dengan istri kelimanya pada 1999. Istri lainnya bunuh diri pada 2000, menyisakan tiga istri dalam perkawinan tersebut. Barulah pada akhir pekan kemarin dia menikahi istri keempatnya. Hukum Pernikahan Afrika Selatan memang melegalkan poligami.

Senin, 30 April 2012

Gurihnya Ayam Kampung dengan Panorama Sawah
 Ayam goreng di Saung Ibu Nia, Garut, Jawa Barat.
MEDIA INFORMASI – Saung-saung di atas kolam ikan sepertinya menjadi ciri khas rumah makan di daerah Garut. Salah satu rumah makan yang menampilkan suasana tersebut adalah RM Saung Ibu Nia.
Rumah makan ini terletak di Jalan Raya Garut-Tasik Km 10.5 Cilawu, Garut, Jawa Barat. Menu-menu yang bisa dipesan pun seputar ikan bakar dan aneka tumisan sayur.
Namun, menurut pelayan di Saung Ibu Nia, menu yang paling dicari tamu adalah ayam kampung bakar atau goreng. Akhirnya, siang itu (Kamis, 12/4/2012) saya pun memesan ayam kampung yang dimaksud.
Ayam kampung telah direndam bumbu kuning dan diungkep sebentar. Baru kemudian digoreng dengan bumbu untuk menghasilkan kremes. Rasanya, memang layak sebagai menu favorit.
Daging ayam lembut dan begitu lengas. Bumbu pun begitu meresap hingga menimbulkan sensasi gurih yang berpadu apik dengan sari pati daging. Pihak Saung Ibu Nia mengaku rasa gurih tersebut alami, alias tidak menggunakan vetsin.
Sebagai pendamping ayam, bisa pilih aneka tumisan sayuran. Salah satunya tumis sayur genjer. Sayur genjer ditumis dengan sedikit kecap untuk memberi rasa manis. Ditumis tak terlalu matang sehingga tetap renyah dan liat.
Coba juga Semur Kacang Ungkep dengan rasa manis selintas bercampur gurih. Tekstur kacang masih terasa empuk, namun garing di luar. Tak terlupa sambal tomat sebagai pelengkap. Harga menu makanan pun relatif terjangkau, misalnya ayam kampung diberi harga Rp 15.000 – Rp 18.000 tergantung besarnya potongan ayam.
Pengunjung pun tak sekadar membeli makanan, namun juga “membayar” suasana. Ya, makan di tengah saung dengan panorama sawah dan latar belakang panggung.

Minggu, 29 April 2012

Wisata di Pekarangan Rumah Pejabat
Tak perlu mati gaya lagi mencari lokasi wisata di Jakarta bareng buah hati tercinta. Ada banyak kok pilihan selain Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, ataupun Ragunan. Coba deh sambangi Taman Indraloka di kawasan Ceger, Jakarta Timur. Atau pilihan lainnya adalah Kampung Main Cipulir di Jakarta Selatan.
Satu hal yang asyik kalau mampir ke Taman Indraloka, tak perlu budget banyak. Cukup mengeluarkan uang Rp 3.000 untuk parkir jika bawa kendaraan. Terhitung entenglah bayar segitu meski masuk taman lain di Jakarta enggak perlu bayar.

Cuma perlu diingat, taman seluas kurang lebih dua hektare ini bukan taman milik Pemprov DKI, tapi murni milik pribadi mantan Kepala Badan Intelejen Indonesia Jenderal (Purn) Hendropiyono. Sang jenderal baru membuka taman di Jl. Mandor Hasan No. 45 ini untuk umum sekitar Maret tahun lalu.
”Taman Indraloka ini sebagai tempat hiburan yang terjangkau, meriah, edukatif dan menyenangkan," kata Wakil Manager Taman Indraloka, Asep Ricky.
Jangan anggap remeh taman satu ini. Kebanyakan yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Taman Indraloka bakal terkagum-kagum. Di kawasan ini, pengunjung tak hanya menikmati kesegaran udara saja melainkan dihibur dengan tingkah laku lucu satwa-satwa unik, baik yang berkeliaran bebas maupun di sangkar.

Seluruh satwa itu ada di Pondok Satwa. Ada koleksi beragam jenis unggas, rusa, landak, hingga walabi alias kangguru mungil yang habitatnya di Papua sana. Lagi pula, pengunjung bisa merasakan aura Kebon Raya Bogor di sini. Pohon-pohonnya diberi nama latin dan ada penjelasannya. Menariknya, pohon itu termasuk jarang ditemui di Jakarta lho!

Asyiknya lagi, ada factory outlet. Pengunjung yang hobi shopping pastinya bersorak. Koleksi gerai factory outlet sangat lengkap. Mulai dari busana orang dewasa sampai anak-anak. Bisa kalap kalau lihat jejeran busana yang dipajang di sana. Seolah belanja di factory outlet Bandung.

Lelah keliling taman, pastinya perut keroncongan nih. Tak perlu khawatir. Soalnya ada dua pendopo dengan desain rumah Joglo yang berfungsi sebagai restoran. Rupa-rupa makanannya. Mulai dari nasi goreng, sop buntut,dan ada olahan sosis dari Rumah Sosis asal Bandung. Tuh, komplet bukan!

Pilihan lainnya adalah ke Kampung Main Cipulir (KMC) di Jl Masjid Cidodol, Gang H Sairi No 1A Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kawasan ini memang didesain sebagai obyek wisata alam terbuka. Kalau Taman Indraloka miliknya Hendropiyono, nah KMC juga dimiliki mantan pejabat tinggi Siswono Yudhohusodo.

Menurut Marketing KMC Heni, konsep yang diangkat adalah rekreasi sederhana dengan permainan merakyat, lengkap, terjangkau, dan menyenangkan. Kelebihan Kampung Main Cipulir dibandingkan tempat outbound yang lain adalah kelengkapan arena bermainnya dan berada di tengah kota. Dengan begitu, kendala transportasi dan waktu dapat lebih diefisienkan serta kelelahan selama perjalanan dapat dihindari.

Fasilitasnya lengkap. Ada kolam lumpur, labirin, ATV, berkuda, kolam renang, area refleksologi. Tak ketinggalan, ada penginapan ala Rumah Adat Betawi dengan dua kamar tidur double bed, kamar mandi, dan ruang tamu. Jadilah dua lokasi wisata taman ini menjadi alternatif melepas penat di kala rehat tanpa mesti jauh-jauh ke luar kota.