Kamis, 17 Mei 2012

 Kalla: Komodo Persatukan Kita
Jusuf Kalla
HEADLINE NEWS, JAKARTA — Setelah melalui proses panjang,  Taman Nasional Komodo akhirnya dikonfirmasi sebagai New 7 Wonders of Nature. "Ternyata komodo dapat mempersatukan kita semua untuk berbuat bagi kemasyhuran bangsa dan negara ini di mata dunia," ungkap Jusuf Kalla, Ketua Dewan Pembina Yayasan Komodo sekaligus Duta Besar Komodo, dalam konferensi pers di Gedung Palang Merah Indonesia, Rabu (16/5/2012).

Dengan demikian, seluruh suara yang mendukung Komodo dalam kompetisi ini sudah sah dan diakui oleh penyelenggara, New 7 Wonders Foundation. Kalla mengatakan, dengan konfirmasi ini berarti komodo diakui sebagai salah satu keajaiban dunia dan penting untuk dikunjungi.

Mantan wakil presiden yang akrab disapa JK ini juga mengatakan, pihaknya akan memperbaiki akomodasi di Taman Nasional Komodo. Pembangunan hotel-hotel baru di sana sudah jalan, kemudian perpanjangan airport, terminalnya, fasilitas kebersihan, jalan-jalan, kesehatan, dan pendidikan ke masyarakat.

JK juga mengatakan, akomodasi tersebut akan dibangun di Labuan Bajo yang memiliki waktu tempuh satu jam perjalanan boat dari Pulau Komodo sehingga tidak akan merusak ekosistem Pulau Komodo. Untuk pemandu wisata, JK mengatakan, pihaknya akan melakukan pelatihan terlebih dahulu.

"Guide-guide itu akan dilatih dulu di Bali, juga didatangkan instruktur ke sana," ungkapnya.
Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Manggarai Barat, Nusa Tenggata Timur. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh pemerintah pusat.

Pulau Komodo berada di sebelah timur Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape. Di Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Hingga Agustus 2009, di pulau ini terdapat sekitar 1.300 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan  Gili Motang, jumlah mereka keseluruhan mencapai sekitar 2.500 ekor. Ada pula sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores, tetapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.

Rabu, 16 Mei 2012

Mau Kembangkan Wisata Sungai? Jangan Belakangi Sungai
 
Sungai Batanghari menjadi tempat favorit masyarakat Kota Jambi untuk menghabiskan waktu pada sore hari. Selain menyediakan makanan ringan, pemandangan sungai yang membelah Kota Jambi tersebut menjadi daya tarik tersendiri.
HEADLINE NEWS, JAKARTA – Sungai di Indonesia padahal begitu banyak, namun wisata sungai di Indonesia belum maju. Hal tersebut diakui oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar.
Di Venesia, sungainya itu butek, tapi karena berlayar di samping-samping rumah yang cantik-cantik.
-- Sapta Nirwandar
“Wisata sungai kita belum maju. Kalau kita lihat Bangkok, misalnya Chao Praya airnya sama cokelatnya seperti di sini. Chao Praya, belakangnya juga banyak eceng gondok. Tapi wisatanya maju dan berkembang,” kata Sapta di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (15/5/2012).
Ia memberi contoh untuk wisata sungai di Eropa sudah maju dan biasanya dikembangkan sebagai river cruise (pesiar di sungai). Misalnya di Belanda, turis bisa naik perahu dan melewati kanal-kanal serta melihat-lihat rumah-rumah khas Belanda yang cantik.
“Di Venesia, sungainya itu butek, tapi karena berlayar di samping-samping rumah yang cantik-cantik,” ungkapnya.
 
 Sebuah KM Bandong melintas di Sungai Kapuas depan Masjid Jami Pontianak. Keberadaan Sungai Kapuas menjadi bagian urat nadi perekonomi masyarakat Pontianak.
Bagaimana dengan di Indonesia? Sapta menuturkan seperti Sungai Batanghari di Jambi, jika dikelola dengan baik dapat membuat paket river cruise dengan melewati situs-situs bersejarah. Lalu di Riau, bahkan ada sungai berombak yang bisa digunakan untuk selancar layaknya surfing di laut.
Sapta kembali memberi contoh, di China, beberapa pinggir sungai dibebaskan dan dibuat jogging track (jalur pejalan kaki). Sehingga saat orang-orang berjalan-jalan dapat melihat sungai.
“Seperti kamar-kamar hotel yang menghadap ke laut, itu ada harga sendiri. Ini kamar sea view, beda harganya dengan yang garden view (kamar menghadap ke taman) atau pool view (kamar menghadap kolam renang). Jadi river view itu pun punya nilai sendiri,” jelas Sapta.
Hanya saja, lanjutnya, masyarakat Indonesia hidup dengan membelakangi sungai, bukan menghadap ke sungai. Tak seperti di Thailand, rumah-rumah menghadap ke sungai.
“Budaya di kita, sungai itu dipantatin. Gimana kita mau wisata sungai,” ujar Sapta.
 Suasana malam depan Benteng Kuto Besak, Palembang, yang berada di tepi Sungai Musi yang sudah tertata apik. Description : Suasana malam depan Benteng Kuto Besak, Palembang
Menurut Sapta, bahkan Sungai Ciliwung di Jakarta pun bisa dikembangkan sebagai wisata sungai. Hanya saja perlu penegakan dari pemerintah setempat dan kesadaran masyarakat.
“Perlu awareness (kesadaran) masyarakat, mereka harus mengerti ini buat apa dan bisa merasakan manfaatnya. Bisa saja nantinya masyarakat jualan makanan atau sewa perahu,” katanya.
Oleh karena itu, ungkap Sapta, dalam waktu dekat, Sungai Musi akan dipromosikan melalui pendekatan olahraga yaitu ajang Musi Triboatton 2012. Namun, pihaknya pun tengah mengupayakan pengelolaan sungai. Misalnya dengan merubah budaya membelakangi sungai.
“Tahun pertama pasti setengah mati, tahun kedua kita harap sudah mulai ada wisata ke sungai hilir dan hulu dari Sungai Musi,” ungkapnya.

Selasa, 15 Mei 2012

 Promosi Pariwisata Makin Digencarkan
 
 Sapta Nirwandar
JAKARTA — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus memaksimalkan potensi pariwisata di Indonesia. Keseriusan ini ditunjukkan dengan semakin banyaknya kegiatan pariwisata yang digelar dan didukung Kemenparekraf.
"Kami akan konsisten mendorong kegiatan yang berpotensi untuk menjadi kegiatan internasional," ujar Wakil Menparekraf Sapta Nirwandar, Selasa (15/5/2012), di Jakarta.
Sapta menjelaskan beberapa kegiatan yang akan digelar Kemenparekraf. "Bulan Juni, kami akan mendukung kegiatan Tour de Singkarak di Sumatera Barat. Selain itu, kami juga akan mendukung sejumlah kegiatan Direktorat Promosi Dalam Negeri, antara lain Festival Danau Toba, Bangka Jazz Festival, Jogja Jazz Festival, Indonesia MICE and Corporate Travel Mart, serta Festival Mutiara," paparnya.
Kemenparekraf juga melakukan promosi wisata di luar negeri, antara lain Inacraft di China, Internasional Muslim Travel Mart di Malaysia, serta berpartisipasi dalam ajang ITB Berlin. Kemenparekraf juga akan giat mendorong pengembangan wisata minat khusus, seperti spa, golf, selam, dan wisata kapal pesiar. Kegiatan promosi wisata di dalam dan luar negeri yang dilakukan Kemenparekraf bertujuan untuk mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancangera serta jumlah perjalanan wisatawan nusantara.
"Biasanya kegiatan promosi ini merupakan kegiatan tahunan. Untuk menghindari kejenuhan pengunjung, kami akan melakukan beberapa terobosan yang disesuaikan dengan kondisi daerah setempat," tuturnya.
Meski demikian, dalam pelaksanaannya, sejumlah kegiatan promosi ini tak pelak menemui kendala, seperti masalah aksesibilitas, kemacetan, pelayanan jasa, dan yang tidak kalah penting adalah kebersihan.
"Kami akan terus mengupayakan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut," ujarnya.

Senin, 14 Mei 2012

 Festival Teluk Jailolo Kembali Digelar
 
 Suasana ivent Festival Teluk Jailolo
TERNATE - Perhelatan budaya tahunan Festival Teluk Jailolo (FTJ) kembali digelar Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) kembali dihelat, Senin (14/5/2012) sore ini. Rencananya, genderang opening ceremony FTJ ditabuh sore ini oleh Gubernur Maluku Utara, Thaib Armayin.
Berlokasi di areal Pelabuhan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara masyarakat sekitar sudah memadatinya sejak Minggu (13/5/2012) malam. Kegiatan yang memasuki tahun ke 4 ini mengusung tema the Amazing of Golden Spice Island.
Berbagai potensi wisata bahari serta budaya termasuk wisata petualangan bakal mewarnai perhelatan ini. "FTJ tahun ini dikemas lebih spektakuler. Bahkan FTJ tahun ini dirancang memecahkan rekor muri bakar ikan yang saat ini dipegang Kota Surabaya. Surabaya sendiri mengoleksi rekor tempat bakar ikan sepanjang 5,2 kilo meter dengan jumlah ikan 8 ton, FTJ tahun ini menyiapkan tempat bakar ikan 6 kilometer, dengan jumlah ikan 10 ton," jelas Ketua Umum Festival Teluk Jailolo (FTJ) Abjan Sofya.

Rencananya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Mari Elka Pangestu dan Menteri Pemuda Olahraga RI Andy Mallaranggeng bakal hadir dalam event yang juga dihelat untuk meramaikan event berkelas Internasional, Sail Morotai 2012.

Sejumlah pejabat teras di dua kementerian ini juga dijadwalkan hadir. Selain itu, pejabat teras Provinsi dan Sembilan Kabupaten/Kota di Maluku Utara juga dijadwalkan ambil bagian. Para rektor pimpinan Bank, Perusahaan hingga para Sultan di jazirah Moloku Kie Raha juga meramaikan acara ini.

Festival Teluk Jailolo tahun ini diprediksi bakal menjadi FTJ yang paling ramai, karena disaat yang bersamaan masyarakat dan pemerintah Kabupaten Halmahera Barat juga menjadi tuan rumah kegiatan level provinsi yakni Pekan Olahraga Pelajar Daerah dan Hari Kesatuan Gerak PKK Maluku Utara. 

Minggu, 13 Mei 2012

 Hard Rock Hotel Bali Gelar Peringatan Hari Ibu
 
 Hard Rock Hotel Bali
KUTA - Hard Rock Hotel di Kuta, Bali, menggelar Mother's Day, hari Minggu (13/5/2012) mulai pukul 12 siang ini. Rangkaian acara dipersembahkan untuk kaum ibu dengan menu makan siang serta lomba-lomba seru.
Mereka yang sudah menjadi ibu boleh makan siang free di hotel dan hanya anak-anaknya saja yang bayar dengan setengah harga.
-- Lucia Dwi Cahyani
Acara ini untuk kaum ibu dan anaknya baik yang menginap maupun tidak. "Mereka yang sudah menjadi ibu boleh makan siang free di hotel dan hanya anak-anaknya saja yang bayar dengan setengah harga," kata Lucia Dwi Cahyani, Ass Marketing Communication Manager Hard Rock Hotel Bali.
Permainan yang digelar seperti menhias kue, membuat puisi bertema Ibu, dan beberapa lainnya. Hari Ibu kali ini merupakan hari internasional dan berbeda dengan hari ibu nasional pada 22 Desember.

Sabtu, 12 Mei 2012

 Hotel dengan Kamar Garfield sampai Kennedy
 
The Spot Hotel, Legian, Bali 
JAKARTA – Legian tak ada matinya. Walau kawasan kecil di Bali selatan ini sudah begitu padat, hotel-hotel baru selalu muncul. Di Legian, persaingan akomodasi begitu beragam, mulai dari hotel bintang lima sampai losmen.

Saat ini, tren penginapan mengarah ke hotel bujet yang menawarkan harga miring. Tak sekadar hotel dengan harga terjangkau, namun juga memberikan sesuatu yang lebih kepada tamu. Biasanya pendekatan di interior yang menarik.

Di tengah persaingan tersebut, hadir The Spot Hotel dengan konsep kamar yang unik yang baru dibuka April 2012 ini. The Spot dari TPM Hospitality menawarkan penginapan dengan konsep interior yang beragam. Ada 21 kamar di hotel ini dan setiap kamar memiliki tema sendiri.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (11/5/2012), kamar-kamar ini terinspirasi oleh figur publik, seniman, makanan, atau fenomena yang menjadi sorotan dunia. Tamu dapat memilih kamar dengan tema Audrey Hepburn, Beatles, Cupcakes, Disney, Einstein, Friends, Garfield, Historian, India, James Bond, Kennedy, Legian, Monalisa, New York, Opera, The Queen, Rock 'n Roll, Simpsons, Tango, dan Union Jack.

Setiap kamar mempunyai fasilitas yang seragam. Kamar mandi di dalam, self-controlled AC, meja tulis, lemari pakaian, majalah, dan televisi berbayar dengan harga yang seragam. Pihak The Spot sendiri menyasar pasar wisatawan domestik maupun mancanegara terutama dari Australia dan Eropa.

Selama masa promosi, hingga 31 Mei 2012, The Spot menawarkan harga spesial per kamar, yakni mulai dari Rp 500.000 nett per malam (harga normal mulai Rp 750.000), sudah termasuk sarapan untuk 2 orang.

Jumat, 11 Mei 2012

Strategi Menarik Wisatawan pada "Low Season"
Wisatawan asal Belanda tengah mengamati aktivitas anak buah kapal phinisi yang sedang melakukan bongkar muat di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta
HEADLINE NEWS , JAKARTA - Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) mengutarakan beberapa strategi pokok untuk periode 2011-2015. Salah satunya adalah strategi "Low Season". Pengertian "Low Season" adalah periode musim sepi kunjungan wisatawan. "Musim sepi ini biasanya disebut-sebut di bulan Januari-Maret dan bulan Oktober-Desember," kata Ketua Umum BPPI, Yanti Sukamdani dalam acara sosialisasi  program kerja BPPI di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kamis (10/5/2012).
Berbagai program telah dipersiapkan BPPI untuk menarik kunjungan wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Khusus untuk wisatawan mancanegara, turis yang disasar adalah pasar regional seperti Singapura, Malaysia, China, dan Taiwan.
Produk-produk "Low Season"  meliputi paket stop over, program diskon di pusat perbelanjaan, dan program sales mission. Paket stop over yang dimaksud adalah tur selama transit di kota tertentu, misalnya paket Jakarta stop over, Surabaya stop over, Bali stop over, Medan stop over, dan Jogja stop over.
Paket-paket "Low Season" tersebut disiapkan untuk sepanjang tahun. Rencananya, paket tersebut akan dibuat bersama hotel, biro perjalanan wisata, dan maskapai. Pada bulan Juli tahun ini, paket-paket tersebut diharapkan telah selesai dibuat sehingga dapat mulai tersedia pada low season akhir tahun 2012.
Promosi Pariwisata
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar mengungkapkan Kemenparekraf akan berfokus pada pencitraan negara. Sedangkan BPPI, lanjutnya, pada pencitraan produk. Hal ini agar tidak terjadi tumpang tindih antara Kemenparekraf dengan BPPI dalam hal promosi pariwisata.
Contohnya, lanjut Sapta, adalah saat melakukan promosi saat pameran di luar negeri, Kemenparekraf bertindak sebagai penyedia stan, bahan informasi, dan melakukan konferensi pers. Sementara BPPI akan fokus pada peserta yang akan mengisi stan dan menjual produk wisata pada pameran.
"Jadi fokus promosi tidak saling bertabrakan, tapi saling melengkapi dan bersinergi," tuturnya dalam kesempatan yang sama.
BPPI atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai Indonesia Tourism Promotion Board merupakan asosiasi pariwisata yang dibentuk sebagai mitra dari Kemenparekraf yang dimotori oleh insan pariwisata. Tujuan BPPI adalah untuk mempromosikan dunia pariwisata Indonesia melalui jalur-jalur dan strategi profesional swasta.

Kamis, 10 Mei 2012

Istana Bogor Jadi Tempat Wisata
 
 Istana Bogor
BOGOR - Puluhan ribu warga dan wisatawan diperkirakan mendatangi Istana Bogor Open dan Paledang Fest’12 pada pertengahan Mei mendatang. Kesempatan masyarakat untuk mengunjungi Istana Bogor pada akhir pekan diperkirakan jadi daya tarik utama wisatawan untuk mendatangi Kota Bogor.
”Kami memperkirakan sekitar 70.000 orang berpartisipasi mengikuti acara Istana Bogor Open pada 14-16 Mei dan 19-20 Mei,” tutur Ketua Panitia Istana Bogor Open dan Paledang Fest’12 Mursyida, Rabu (9/5/2012).
Istana Bogor Open dan Paledang Fest’12 diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-530 Bogor. Masyarakat mendapat kesempatan mengunjungi Istana Bogor dengan didampingi pemandu tanpa dipungut biaya. Masyarakat bisa mendaftar sebelum acara atau pada hari pelaksanaan.
Menurut Mursyida, hingga Rabu siang, setidaknya sudah ada 4.000 orang yang mendaftar untuk mengikuti Istana Bogor Open. Namun, dia memperkirakan jumlah pengunjung akan melampaui peserta tahun lalu yang sekitar 65.000 orang. Pasalnya, tahun ini masyarakat bisa mengunjungi Istana Bogor pada akhir pekan, Sabtu-Minggu (19-20 Mei), sedangkan tahun lalu pengunjung tidak bisa masuk pada akhir pekan.
”Apalagi juga ada Paledang Fest yang kami gelar bersamaan dengan Istana Bogor Open, akan membuat lebih banyak orang datang,” tuturnya.
Agung S Badarudin, pengurus Bogor Heritage, salah satu penyelenggara Paledang Fest’12, menambahkan, dalam festival yang diselenggarakan tidak jauh dari Istana Bogor itu, pengunjung bisa melihat aneka produk seni dan budaya Kota Bogor serta pameran pariwisata.
Surya (25), warga Sindangbarang, Bogor Barat, yang mendaftarkan 15 kerabatnya untuk mengikuti Istana Bogor Open, mengaku belum pernah mengunjungi Istana Bogor. Dia mengaku hendak melihat kamar yang pernah digunakan Presiden Soekarno serta ingin tahu ruangan di dalam Istana Bogor.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fetty Qondarsyah mengatakan akan meminta guru secara kolektif mendaftarkan siswanya untuk melihat Istana Bogor. Dia berharap pengalaman menyaksikan kondisi Istana Bogor secara langsung bisa menambah wawasan siswa.
”Kebetulan itu kan setelah ujian sekolah dasar sehingga ada kesempatan juga siswa untuk mengikutinya,” ujar Fetty.

Rabu, 09 Mei 2012

Serayu Jadi Ikon Wisata Banjarnegara
 
 Wisata arung jeram Sungai Serayu di Banjarnegara.
BANJARNEGARA - Sungai Serayu yang berhulu di Dataran Tinggi Dieng akan menjadi ikon wisata Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Selain menawarkan paket wisata ekstrem arung jeram, sektor lain yang dikembangkan kini yakni wisata budaya dan agrokultur.
Saatnya Serayu diangkat menjadi ikon Banjarnegara dan dijual sebagai paket wisata.
-- Sutedjo Slamet Utomo
Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo, Rabu (9/5/2012) mengatakan, Sungai Serayu yang membelah wilayah Banjarnegara memiliki potensi alam dan budaya yang luar biasa namun selama ini belum digarap optimal. "Saatnya Serayu diangkat menjadi ikon Banjarnegara dan dijual sebagai paket wisata," ujarnya.
Sejauh ini, paket wisata Sungai Serayu yang sudah digarap adalah wisata arung jeram. Selain rutin dikunjungi wisatawan domestik dari berbagai daerah di Tanah Air, beberapa kali, Sungai Serayu digunakan sebagai lokasi kegiatan lomba arung jeram tingkat nasional bahkan internasional.
Padahal, kata lanjut Sutedjo, kebudayaan lembah Sungai Serayu sangat beragam dan menarik untuk ditawarkan menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara. Beberapa di antaranya adalah kekayaan batik Gumelem dan sejumlah kuliner khas seperti buntil hingga dawet ayu.
Dia mengakui, Banjarnegara sejauh ini belum terlalu dikenal oleh khalayak luas sebagai destinasi wisata. Namun, sejak berdirinya hotel berbintang di Banjarnegara 2011 lalu, pemkab setempat berniat lebih mempromosikan wilayah yang berada di lintas jalur tengah Jateng ini.
Untuk mendongkrak promosi daerah, Pemkab Banjarnegara menggandeng Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Hasil kajian ini diharapkan dapat dituangkan dalam kegiatan Festival Serayu yang akan digelar 2013 mendatang sebagai bagian dari program Visit Jateng 2013.

Selasa, 08 Mei 2012

Kota Sengkang, Surga Sutra di Timur Indonesia
 Sengkang kota sutra di Sulawesi Selatan,
WAJO - Kota Sengkang. Nama kota kecil yang berjarak kira-kira 250 kilometer dari Makassar, Sulawesi Selatan ini memang belum banyak terdengar. Namun, siapa yang menyangka, kota ini merupakan surga kerajinan sutra di Indonesia timur. 

Hampir seluruh warga di kota ini menggeluti kerajinan sutra. Bahkan, mereka pun melakukan proses pemeliharaan ulat sutra di rumah-rumah. Seperti pemandangan yang terlihat di sebuah desa di Kecamatan Sabbangparu. Hampir seluruh kolong rumah warga di kampung ini merupakan kandang ulat sutra. Kondisi tanah yang subur memudahkan para warga untuk menanam pohon murbei yang merupakan pakan ulat sutra.

"Dalam sehari kita harus kasih makan lima kali. Baru kalau malam dikasih lampu biar terang," ujar Minintang, salah seorang peternak ulat sutra, Selasa (8/5/2012).  Benang sutra yang dihasilkan dijual dengan harga Rp 340.000 per kilogram.
Seorang pengrajin sutra di Sengkang Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan tengah memintal benang dengan peralatan tradisional.
Nah, selain menjual benang, warga juga memanfaatkan benang hasil pintalannya ini dengan bertenun. Mereka menggunakan alat tradisional untuk merangkai untaian benang sutra menjadi bentangan kain yang indah dengan berbagai motif dan corak.

Ada dua jenis alat tenun yang lazim mereka gunakan. Yang pertama adalah alat tenun "bola-bola" dan yang kedua disebut "bola". Meski namanya mirip, namun kedua alat ini tentu berbeda. Alat tenun "bola-bola" digunakan dengan menggunakan kedua tangan serta kaki. Sementara alat tenun "bola" hanya menggunakan tangan yang benangnya dimasukkan satu per satu.

"Kalau 'bola bola' caranya digunakan gampang dan cepat. Tapi kalau yang 'bola' susah dan lama bikinnya, tapi bagus kualitasnya harganya juga mahal," ujar Nurmi salah seorang perajin sutra.

"Bola-bola" mampu menghasilkan satu sarung selama empat hari dengan harga berkisar Rp 60.000- 70.000 per helai. Sementara "bola" memakan waktu lebih lama. Untuk satu buah sarung diperlukan waktu dua bulan. Namun alat tenun bola ini menghasilkan sutra yang berkualitas dengan harga Rp 600.000-900.000 per helainya.
 
Seorang pengrajin sutra di Wajo Sulawesi Selatan tengah menenun kain sutra dengn peralatan tenun "Bolabola" tradisional
Selain corak dan motif yang unik, proses pembuatan hingga pewarnaan masih menggunakan bahan alami. Para perajin Sangkang memakai pucuk daung mangga, getah pohon, daun pandan hingga kunyit untuk memberi aksen pada hasil tenun. Menurut Nurmi, hal ini dilakukan untuk memberikan kualitas warna abadi yang tak termakan usia.

Proses yang sama pun dilakukan saat membuat kain sutra. Menurut Nurmi, kain sutra memungkinkan pembelinya untuk mengkreasikan hasil tenunan sesuai dengan selera. Mereka bisa menjadikannya baju, aksesoris atau bahkan tas.
 
kain sutra Wajo Sulawesi Selatan. dijadikan berbagai macam aksesoris
Sayangnya, hingga kini, produk natural yang membanggakan ini masih terganjal masalah pemasaran. Umumnya, barang-barang istimewa ini dijajakan oleh para perajinnya di pasar-pasar tradisional. Selebihnya, tak ada pilihan lain, kain-kain istimewa itu dijual dengan harga murah kepada pengusaha lokal. Para pengusaha itu yang kemudian mengeruk keuntungan besar dengan mamasarkannya ke mancanegara.

Harga kain pun melambung, namun keuntungan besar didapat oleh pemodal. Jerih para penenun seolah tak terbalas....

Senin, 07 Mei 2012

Kemparekraf Akan Tambah Kota Kreatif
 Perajin menyelesaikan pembuatan kerajinan perak di kawasan Kotagede, Yogyakarta, Rabu (25/8/2010). Kotagede merupakan kawasan di Yogyakarta yang terkenal sebagai industri rumahan kerajinan perak. Berbagai perhiasan dan kerajinan perak dikerjakan secara manual di sini.
JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berencana untuk menambah jumlah kota kreatif di Indonesia. "Sudah ada tiga kota kreatif di Indonesia, yaitu Bandung, Solo dan Yogyakarta. Untuk lebih mengembangkan ekonomi kreatif, kami berencana menambah jumlah kota kreatif," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu dalam forum diskusi bersama Financial Club di Jakarta, Senin (7/5/2012).
Mari mengungkapkan saat ini pihaknya masih mencari kota yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi kota kreatif. "Oleh karena itu, kami ingin bekerja sama dengan semua pihak, baik pengusaha di bidang kreatif maupun pengusaha lain yang mempunyai program serupa," kata Mari.
Menurut Mari, Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan ekonomi kreatif secara lebih luas, karena memiliki kekayaan alam, seni serta budaya yang merupakan bahan baku dari industri kreatif. "Namun, kendalanya ada pada pembiayaan, pengelolaan serta jangkauan produk kreatif bagi masyarakat luas," kata Mari.
Terkait masalah pembiayaan, Mari menuturkan, pihaknya akan mempelajari formula yang memungkinkan para pengusaha kreatif agar pembiayaannya bisa dibantu oleh pihak perbankan. "Kami akan membuat semacam inkubasi agar pelaku usaha kreatif yang kebanyakan berasal dari industri kecil dapat membuat perencanaan bisnis, mentoring serta tes pasar," kata Mari.
Melalui cara tersebut, Mari berharap para pengusaha industri kreatif dapat memperoleh bantuan pembiayaan dan mengembangkan usaha bisnisnya.

Minggu, 06 Mei 2012

Menikmati "Sunday Brunch" di Seminyak
Sunday Brunch di Sabeen Restaurant, The Haven Seminyak, Bali.
HEADLINE NEWS - Brunch atau jamuan di antara jam normal sarapan dan makan siang biasanya disajikan dalam bentuk prasmanan dan mulai dihidangkan di jam 10.30. Atau, selambatnya jam 11.
Uniknya, sebagian besar restoran di hotel-hotel berbintang yang ada di Bali, sengaja terlambat menyediakan brunch, yaitu di pukul 12.00. Menurut Marketing Communication The Haven Seminyak, Sammy Neno, di Bali memang terbiasa menyajikan brunch saat jam makan siang.
"Kalau jam 10 atau jam 11, tamu-tamunya belum bangun," kata Sammy.
Ya, atmosfer Bali yang terasa liburan, membuat turis inginnya bangun telat dan bersantai-santai lebih lama. Bisa dibilang, brunch pun menjadi hidangan gabungan antara sarapan (breakfast) dan makan siang (lunch).
Tak terkecuali Sabeen Restaurant yang berada di The Haven Seminyak, Bali. Sunday Brunch pun memberlakukan jam yang sama. Agar perut tak kaget, mulai saja dengan makanan kecil sebagai hidangan pembuka ala canape.
Anda tak akan menemukan hidangan sushi dan sashimi ala Jepang ataupun makanan Indonesia, pun mi ala masakan China. Sunday Brunch The Haven Seminyak memfokuskan diri pada kuliner Mediterania.
Tak heran, hidangan yang banyak disajikan adalah menu-menu Barat terutama dari negara-negara Eropa yang berdekatan dengan Laut Mediterania. Sebut saja Italia, Yunani, Perancis, dan Spanyol. Ciri khas utamanya adalah penggunaan minyak zaitun dan metode memasak yang menitikberatkan pada panggang atau bakar dan rebus.
Karena berhubungan dengan Laut Mediterania, penggunaan bahan segar dari laut pun menonjol. Hal tersebut pun tampak dari station yang ada di Sabeen Restaurant pada saat Sunday Brunch. Beberapa station menampilkan bakar ala barbeque dengan sentuhan minyak zaitun.
"Ada sekitar 10 station. Konsepnya open kitchen (dapur terbuka). Mau makan yang mana terlebih dahulu, tergantung Anda. Jika Anda penggemar kuliner Perancis, bisa mencicipi foe gras dan ikan snapper yang dibakar," kata Executive Chef Sabeen Restaurant Clive Allan Pelser, Minggu (29/4/2012).
Penggemar masakan Spanyol, lanjut Pelser, dapat mencicipi pertama kali kuliner Spanyol di station hot dish (hidangan panas). Panas di sini tak sekadar masakan yang disajikan panas-panas, namun juga hentakan pedas dari cabai.
"Spanyol khasnya penggunaan cabai. Di station barbeque, juga ada yang khas Spanyol, udang dibakar dan diberi bumbu cabai," jelasnya.
Di hidangan panas, ada pula makanan khas Perancis yang langka ada di brunch, yaitu escargot atau keong. Escargot yang asin dimasak dengan jamur. Lembut jamur cocok dengan kenyal daging keong.
Sementara masakan Italia direpresentasikan ke station pasta. Selain itu, ada pula omelete station yang menyajikan olahan telur dadar dengan aneka isian sayuran dan bahan laut.
Di salah satu station yang menyediakan hidangan mentah, Anda harus mencoba tiram segar dengan perasan jeruk lemon. Tekstur lembut dengan selintasan aroma laut, begitu halus di lidah.
Tak boleh terlewatkan hidangan penutup. Kue dan puding manis. Lalu chocolate fountain atau air mancur cokelat. Colek marshmallow yang lembut ke cokelat cair yang mengucur. Buah dan es krim juga menjadi hidangan penutup yang manis.
Sunday Brunch tersedia mulai pukul 12.00 sampai 15.00. Harga Sunday Brunch Rp 329.000 untuk semua menu makanan prasmanan. Brunch tentu tak lengkap tanpa minuman cocktail dan wine. Tamu dapat membeli paket minuman seharga Rp 329.000 untuk menikmati aneka minuman sepuasnya, mulai dari sparkling wine, red wine, gin, vodka, tequila, cocktails, beer, jus, smoothies, teh dan kopi, serta mocktail.
Salah satu minuman yang direkomendasikan adalah Mango Margarita, berupa paduan jus mango dan margarita. Begitu menyegarkan dan ringan, cocok diminum di udara panas Bali sambil menikmati olahan laut dengan cita rasa Mediterania.

Sabtu, 05 Mei 2012

Mengenal Lebih Dekat Museum Abdul Djalil
 
 Pengunjung akan disambut patung macan sebelum memasuki gedung museum Abdul Djalil Magelang. Bagi Taruna, binatang ini simbol semangat juang para taruna. 

MAGELANG - Menghabiskan hari libur akhir pekan tidak selalu dilakukan dengan bersenang-senang di taman atau pusat berbelanjaan, namun bisa juga bersenang-senang sambil belajar tentang dunia militer. Mengunjungi Museum Militer adalah salah satu pilihannya.
Di Magelang, Jateng, ada Museum Abdul Djalil, museum yang berada di komplek Akademi Militer (Akmil) Magelang itu menyimpan berbagai benda-benda sejarah yang berhubungan dengan dunia kemiliteran. Museum ini didirikan pada tahun 1964 dengan nama Museum Dharma Bhakti Taruna, kemudian pada tahun 1975 diubah menjadi Museum Taruna Abdul Djalil.
"Nama Abdul Djalil sendiri, adalah nama seorang alumni Akmil Yogyakarta yang telah gugur di medan perang saat berlangsungnya agresi militer kedua. Dia memiliki dedikasi yang luar biasa, juga memiliki keahlian di bidang seni, sastra, musik, dan lain-lain," terang Perwira Urusan Museum, Letnan 1 Infanteri, AD Martono.
Seekor macan Tidar jantan yang telah diawetkan di dalam sebuah kotak berkaca akan menyambut pengunjung sebelum memasuki gedung museum. Menurut Martono, macan tersebut adalah macan liar yang saat itu hidup di sekitaran Gunung Tidar. Sementara macan Tidar betina, disimpan di dalam ruang Akabri.
Macan adalah simbol semangat juang para taruna, karena itu selain dijadikan obyek wisata bagi masyarakat umum untuk lebih mengenal sejarah kemiliteran, museum ini didirikan juga untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan patriot bagi taruna itu sendiri.
Pengunjung di museum ini lebih banyak para anak-anak sekolah dari berbagai daerah seperti Jawa Timur dan Jawa Barat. Per minggu, rata-rata terdapat sekitar 200 orang pengunjung, dan tidak dikenai tarif masuk, hanya diminta kesadarannya untuk memberikan uang perawatan secara sukarela.
"Kita tidak memasang tarif, karena semuanya demi pendidikan nasionalisme. Hanya saja, ketika ada pengunjung yang melebihi 10 orang, maka harus memberikan surat pemberitahuan terlebih dahulu dan ditujukan kepada Gubernur Akmil, apabila disetujui maka baru dipersilakan masuk," jelasnya.
Museum yang memiliki dua lantai dengan luas bangunan sekitar 980 meter persegi ini, terdapat tujuh ruang, antara lain ruang auditorium yang menampilkan film pendek sejarah berdirinya Akmil Magelang. Kemudian ruang pra-Akademi Militer Nasional (AMN), ruang AMN, ruang AKABRI, ruang Akmil, ruang koleksi senjata laras panjang dan pistol, dan ruang batik taruna yang berisi foto alumni berprestasi. Juga ditambah taman meriam yang berada di komplek luar gedung museum.
Memasuki ruang senjata, simpan kamera Anda, sebab setiap pengunjung dilarang keras membawa kamera dalam bentuk apa pun, termasuk kamera yang terdapat pada handphone. Bahkan demi kepentingan nasional, ruang ini juga tertutup untuk wisatawan asing. Mereka hanya dipersilakan berkunjung di ruang yang lain tapi tidak untuk ruang senjata.
"Ruang senjata memang tidak diperbolehkan karena dihawatirkan akan terpublikasi dan dapat dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," tegas Kepala Urusan Museum, Kapten Agam Martaweli CBA.
Di ruang senjata ini, terdapat sebanyak 400 jenis senjata, baik pistol dan senjata laras panjang berbagai ukuran dan karakternya, serta artileri. Senjata-senjata tersebut bukan hanya senjata yang biasa dipakai oleh tentara, namun juga terdapat senjata yang biasa digunakan oleh personel kepolisian. Bahkan, juga terdapat senjata-senjata yang digunakan oleh para anggota PKI dalam tragedi G 30 S/PKI. Sebagian senjata masih digunakan di lapangan.
Bahkan di museum ini juga terdapat dua senjata pistol emas. Pistol emas tersebut salah satunya adalah sumbangan dari Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno (mantan Wapres RI) yang merupakan pistol yang digunakan untuk memberangus PKI. Sedangkan pistol emas kedua adalah sumbangan dari Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu (mantan Kepala Staf TNI AD).
Di ruang yang lain, yakni ruang batik taruna terdapat foto-foto alumni yang berprestasi, baik di bidang kemiliteran maupun di bidang pemerintahan. Tentunya, foto Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan alumni terbaik AKABRI/Akmil tahun 1973 juga terpasang cukup spesial di ruang ini. Untuk menghormati dan mengenang para taruna yang wafat, di museum ini juga terdapat foto-foto taruna yang telah gugur di medan tempur saat dikirim ke Timor Timur maupun ke Aceh.

Jumat, 04 Mei 2012

Semarak Naik Dango di Sungai Ambawang
Gubernur Kalbar Cornelis saat membuka ritual naik dango (Foto: Dina/Okezone)
Gubernur Kalbar Cornelis saat membuka ritual naik dango
PONTIANAK - Perayaan naik dango, ritual setahun sekali yang dilaksanakan oleh suku Dayak Kanayan berlangsung meriah di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Ribuan masyarakat memenuhi lapangan rumah panjang adat Dayak yang ada di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, mulai sekira pukul 09.00 WIB, baru-baru ini.

Kali ini, Kabupaten Kubu Raya terpilih sebagai tuan rumah pelaksanaan perayaan naik dango yang disambut masyarakat sekitar sebagai sebuah perayaan wajib tiap tahun. Aktivitas ini wajib mereka ikuti sebagai rasa syukur menyimpan hasil panen padi mereka selama setahun.

Masyarakat yang hadir berasal dari Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Pontianak, dan Kabupaten Landak. Upacara adat diisi dengan tarian dari kontingen tingkat kecamatan untuk mengarak berbagai simbol dan menarikan tarian khas naik dango yang dibawakan para remaja Dayak Kanayan.

Menurut Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, naik dango mengingatkan masyarakat Dayak bahwa mereka terhubung langsung dengan alam sekitar, juga kepada Sang Jubata untuk mengucap syukur atas berkah yang diterima oleh masyarakat Suku Kanayan.

“Perayaan ini mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas berkah yang diberikan Tuhan kepada kita,” katanya pada pembukaan naik dango.

Memang, saat ini banyak kemajuan bidang transportasi dan komunikasi yang membuat banyak orang terbuka akan informasi dan pengalaman budaya lainnya sehingga mempengaruhi gaya hidup seseorang atau masyarakat. Namun, Cornelis berharap masyarakat Dayak Kanayan dapat melakukan penyesuaian dengan gaya hidup modern di luar lingkungan mereka.

”Dengan banyaknya informasi yang terbuka dengan hidup modern, membuat generasi muda tidak terlalu tertarik dengan hal berbau tradisional. Perayaan naik dango ini harus dilestarikan,” harapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantaran Barat Yusri Zainuddin mengatakan upacara naik dango dilakukan oleh masyarakat suku Dayak yang bertujuan melestarikan budaya daerah sebagai khasanah budaya Nasional.

“Selain memberikan dampak positif terhadap dinamika pembangunan dan ekonomi di tiap-tiap kecamatan,” katanya.

Budaya khas Dayak ini, dikatakan Yusri, dapat menonjolkan peningkatan hasil panen padi. Selain peningkatan sumber daya manusia bidang pertanian juga merupakan upacara yang unik untuk dilihat dan menarik banyak wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal yang datang ke Kalimantan Barat.

“Jelas kami berharap dengan acara tahunan ini, banyak wisawatan yang datang ke Kalbar karena naik dango merupakan ritual adat Dayak yang unik dan layak dinikmati banyak orang,” jelasnya.

Hadir dalam perayaan Naik Dango, Ketua DPRD Kalbar Minsen bersama seluruh Kepala SKPD, beberapa pejabat di kabupaten, seperti Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan dan Pejabat dari Polda Kalbar.

Kamis, 03 Mei 2012

Petualangan Seru & Mendebarkan di Bumi Minangkabau
Arung Jeram Sungai Batang Tarusan (Foto: wisatamelayu)
Arung Jeram Sungai Batang Tarusan
HEADLINE NEWS - LIBURAN menjadi sarana pelepas stres yang efektif. Ketika sebagian wisatawan memilih berlibur di tempat tenang sebagian lain justru mencari bentuk wisata pemacu adrenalin.

Bagi Anda penyuka wisata petualangan, Sumatera Barat mempunyai beberapa destinasi seru dan mendebarkan, seperti dilansir buku Informasi Pariwisata Nusantara dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.

Arung Jeram Sungai Batang Kuantan

Jika Anda penyuka olahraga yang menantang, Anda dapat mencoba arung jeram di Sungai Batang Kuantan Sawahlunto, Sijunjung. Sungai sepanjang 38 kilometer ini sangat asyik untuk diarungi.

Batu-batu besar yang mendominasi serta arus sungai yang deras dengan kecuraman ekstrem akan menjadi pengalaman menarik yang tidak mudah dilupakan. Jadi, jika berkunjung ke Sumatera Barat, jangan lupa untuk mencoba berarung jeram di sungai ini.
Letak arung jeram Sungai Batang Kuantan terletak sekira 14 kilometer dari Terminal Muaro Sijunjung dengan kendaraan umum.

Paralayang di Puncak Lawang

Puncak Lawang terletak di sekitar Danau Maninjau, Kabupaten Agam. Tempat ini sudah beberapa kali menjadi tuan rumah ajang festival para pilot paralayang untuk beratraksi di udara.

Sambil terbang di udara menggunakan parasut, wisatawan dapat menikmati keindahan Danau Maninjau yang berada di bawah. Pada ketinggian 900 meter di atas permukaan laut, wisatawan dapat melayang bergantung di tali paraglider. Menikmati paralayang di Puncak Lawang menjadi hiburan yang menyenangkan. Selain memacu adrenalin, Anda pun disuguhi pemandangan menawan Danau Maninjau.

Paralayang di Puncak Lawang terletak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Untuk akses transportasinya, Padang-Bukittinggi ditempuh selama dua jam dengan mobil. Perjalanan dilanjutkan dari Bukittinggi-Danau Maninjau sekira 40 menit dan Danau Maninjau-Puncak Lawang ditempuh kurang dari 30 menit.

Arung Jeram Sungai Batang Tarusan

Sungai ini terlihat jelas dari jalan lintas Padang-Painan yang berhulu dari Danau Diatas dan memiliki debit air relatif stabil meskipun di musim kemarau. Sungai ini sangat layak diarungi dengan tingkat kesulitan menengah (grade 2+ sampai 3). Namun di musim penghujan, tingkat kesulitannya akan bertambah, mencapai grade 4+.

Pengarungan biasanya dimulai dari Desa Taratak yang terletak sekira 20 menit dari jalan lintas dengan lama pengarungan 2-3 jam. Wisatawan yang telah berpengalaman dapat memulai pengarungan dari daerah hulu yang tentunya mempunyai jeram-jeram lebih menantang dan kemiringan lebih ekstrem.

Karakter sungai daerah hulu yang sempit juga menambah cepatnya arus sungai dan menghadirkan jeram-jeram besar serta turunannya yang dapat menyebabkan perahu terbalik apabila telat bermanuver.

Adrenalin akan dipacu habis-habiskan ketika melewati jeram-jeram Batang Tarusan. Sepanjang pengarungan, wisatawan akan disuguhi pemandangan indah khas perbukitan yang terasa asri dan cukup terjaga kelestariannya.

Hijaunya alam dipadu jernihnya air sungai serta ganasnya jeram tentu akan memberikan kenikmatan tersendiri bagi wisatawan yang menyukai kegiatan petualangan. Transportasi yang lancer ke daeran inipun salah satu faktor pendukung untuk mengembangkan Batang Tarusan sebagai objek wisata petualangan. Perjalanan menuju titik start pengarungan dapat ditempuh selama 1,5-2 jam dari Kota Padang.

Selasa, 01 Mei 2012

Ada-Ada Saja, Tiket Pesawat Gratis untuk Istri Keempat
Flyer Promosi Kulula Airlines (Foto: Dailymail)
Flyer Promosi Kulula Airlines
MASKAPAI penerbangan satu ini menawarkan promosi unik kepada para penumpangnya. Mereka memberikan penerbangan gratis bagi istri keempat.

Kulula Airlines memberikan promo unik sehubungan dengan presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, yang baru saja menikah untuk keempat kalinya. Maskapai yang berbasis di Afrika Selatan ini mengumumkan promo tersebut di halaman Facebook-nya.

"Terinspirasi dari wisatawan VIP yang teratur berpergian dengan rombongan besar, promo ini terbuka bagi Anda yang menjadi istri keempat," dikutip dari iklan Facebook tersebut, seperti disitat dari Dailymail, Senin (30/4/2012).

Promo penerbangan gratis ini dapat digunakan untuk rute Johannesburg menuju Cape Town. Untuk bisa menikmati, sebelumnya sang suami harus membelikan tiket Kulula Airlines bagi semua istrinya. Baru setelah menyerahkan tiket, bukti perkawinan, dan tanda pengenal, penumpang bisa mendapat uang pengembalian untuk tiket gratis.

Presiden Zuma sebenarnya telah menikah lima kali, namun dia bercerai dengan istri kelimanya pada 1999. Istri lainnya bunuh diri pada 2000, menyisakan tiga istri dalam perkawinan tersebut. Barulah pada akhir pekan kemarin dia menikahi istri keempatnya. Hukum Pernikahan Afrika Selatan memang melegalkan poligami.

Senin, 30 April 2012

Gurihnya Ayam Kampung dengan Panorama Sawah
 Ayam goreng di Saung Ibu Nia, Garut, Jawa Barat.
MEDIA INFORMASI – Saung-saung di atas kolam ikan sepertinya menjadi ciri khas rumah makan di daerah Garut. Salah satu rumah makan yang menampilkan suasana tersebut adalah RM Saung Ibu Nia.
Rumah makan ini terletak di Jalan Raya Garut-Tasik Km 10.5 Cilawu, Garut, Jawa Barat. Menu-menu yang bisa dipesan pun seputar ikan bakar dan aneka tumisan sayur.
Namun, menurut pelayan di Saung Ibu Nia, menu yang paling dicari tamu adalah ayam kampung bakar atau goreng. Akhirnya, siang itu (Kamis, 12/4/2012) saya pun memesan ayam kampung yang dimaksud.
Ayam kampung telah direndam bumbu kuning dan diungkep sebentar. Baru kemudian digoreng dengan bumbu untuk menghasilkan kremes. Rasanya, memang layak sebagai menu favorit.
Daging ayam lembut dan begitu lengas. Bumbu pun begitu meresap hingga menimbulkan sensasi gurih yang berpadu apik dengan sari pati daging. Pihak Saung Ibu Nia mengaku rasa gurih tersebut alami, alias tidak menggunakan vetsin.
Sebagai pendamping ayam, bisa pilih aneka tumisan sayuran. Salah satunya tumis sayur genjer. Sayur genjer ditumis dengan sedikit kecap untuk memberi rasa manis. Ditumis tak terlalu matang sehingga tetap renyah dan liat.
Coba juga Semur Kacang Ungkep dengan rasa manis selintas bercampur gurih. Tekstur kacang masih terasa empuk, namun garing di luar. Tak terlupa sambal tomat sebagai pelengkap. Harga menu makanan pun relatif terjangkau, misalnya ayam kampung diberi harga Rp 15.000 – Rp 18.000 tergantung besarnya potongan ayam.
Pengunjung pun tak sekadar membeli makanan, namun juga “membayar” suasana. Ya, makan di tengah saung dengan panorama sawah dan latar belakang panggung.

Minggu, 29 April 2012

Wisata di Pekarangan Rumah Pejabat
Tak perlu mati gaya lagi mencari lokasi wisata di Jakarta bareng buah hati tercinta. Ada banyak kok pilihan selain Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, ataupun Ragunan. Coba deh sambangi Taman Indraloka di kawasan Ceger, Jakarta Timur. Atau pilihan lainnya adalah Kampung Main Cipulir di Jakarta Selatan.
Satu hal yang asyik kalau mampir ke Taman Indraloka, tak perlu budget banyak. Cukup mengeluarkan uang Rp 3.000 untuk parkir jika bawa kendaraan. Terhitung entenglah bayar segitu meski masuk taman lain di Jakarta enggak perlu bayar.

Cuma perlu diingat, taman seluas kurang lebih dua hektare ini bukan taman milik Pemprov DKI, tapi murni milik pribadi mantan Kepala Badan Intelejen Indonesia Jenderal (Purn) Hendropiyono. Sang jenderal baru membuka taman di Jl. Mandor Hasan No. 45 ini untuk umum sekitar Maret tahun lalu.
”Taman Indraloka ini sebagai tempat hiburan yang terjangkau, meriah, edukatif dan menyenangkan," kata Wakil Manager Taman Indraloka, Asep Ricky.
Jangan anggap remeh taman satu ini. Kebanyakan yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Taman Indraloka bakal terkagum-kagum. Di kawasan ini, pengunjung tak hanya menikmati kesegaran udara saja melainkan dihibur dengan tingkah laku lucu satwa-satwa unik, baik yang berkeliaran bebas maupun di sangkar.

Seluruh satwa itu ada di Pondok Satwa. Ada koleksi beragam jenis unggas, rusa, landak, hingga walabi alias kangguru mungil yang habitatnya di Papua sana. Lagi pula, pengunjung bisa merasakan aura Kebon Raya Bogor di sini. Pohon-pohonnya diberi nama latin dan ada penjelasannya. Menariknya, pohon itu termasuk jarang ditemui di Jakarta lho!

Asyiknya lagi, ada factory outlet. Pengunjung yang hobi shopping pastinya bersorak. Koleksi gerai factory outlet sangat lengkap. Mulai dari busana orang dewasa sampai anak-anak. Bisa kalap kalau lihat jejeran busana yang dipajang di sana. Seolah belanja di factory outlet Bandung.

Lelah keliling taman, pastinya perut keroncongan nih. Tak perlu khawatir. Soalnya ada dua pendopo dengan desain rumah Joglo yang berfungsi sebagai restoran. Rupa-rupa makanannya. Mulai dari nasi goreng, sop buntut,dan ada olahan sosis dari Rumah Sosis asal Bandung. Tuh, komplet bukan!

Pilihan lainnya adalah ke Kampung Main Cipulir (KMC) di Jl Masjid Cidodol, Gang H Sairi No 1A Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kawasan ini memang didesain sebagai obyek wisata alam terbuka. Kalau Taman Indraloka miliknya Hendropiyono, nah KMC juga dimiliki mantan pejabat tinggi Siswono Yudhohusodo.

Menurut Marketing KMC Heni, konsep yang diangkat adalah rekreasi sederhana dengan permainan merakyat, lengkap, terjangkau, dan menyenangkan. Kelebihan Kampung Main Cipulir dibandingkan tempat outbound yang lain adalah kelengkapan arena bermainnya dan berada di tengah kota. Dengan begitu, kendala transportasi dan waktu dapat lebih diefisienkan serta kelelahan selama perjalanan dapat dihindari.

Fasilitasnya lengkap. Ada kolam lumpur, labirin, ATV, berkuda, kolam renang, area refleksologi. Tak ketinggalan, ada penginapan ala Rumah Adat Betawi dengan dua kamar tidur double bed, kamar mandi, dan ruang tamu. Jadilah dua lokasi wisata taman ini menjadi alternatif melepas penat di kala rehat tanpa mesti jauh-jauh ke luar kota.

Sabtu, 28 April 2012

Jangan Lewatkan Perang Obor di Jepara

 Berbicara tentang pariwisata Jawa Tengah, ingatan biasa langsung melayang ke Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Dieng, Semarang, ataupun Solo. Padahal, Jawa Tengah memiliki 35 kabupaten dan kota. Masing-masing memiliki daya tarik wisata andalannya.

Salah satunya adalah Jepara yang tenar dengan kursi-kursi kayu jati dan Karimun Jawa. Nah, akhir pekan Anda bisa mampir ke Jepara, tak hanya untuk menikmati keindahan Karimun Jawa, tetapi mengikuti tradisi unik festival obor yang akan berlangsung pada 28 April 2012 ini.

Sesuai namanya, yaitu Perang Obor Tegalsambi, ritual tradisional di kegelapan malam ibarat perang api. Perang obor menjadi ciri khas Desa Tegalsambi dan merupakan ritual kuno sejak awal abad ke-16.

Konon, perang obor dimulai oleh seorang tokoh desa bernama Kiai Babadan dan abdinya yang bernama Ki Gemblong. Ritual sedekah bumi diyakini untuk menghindari desa dari segala bala. Oleh karena itu, perang obor biasa dilakukan tergantung masa panen.

Obor yang digunakan sendiri terbuat dari pelepah dan daun kelapa yang sudah kering. Adu obor terus berlangsung sampai obor-obor habis. Luka bakar pun tak terhindari. Namun, uniknya, luka bakar dari peserta akibat bara bisa diobati dengan air bertuah yang diberikan tokoh adat setempat.

Keesokan harinya, Anda bisa menelusuri pantai-pantai yang ada di Jepara, seperti Pantai Bandengan yang berada sekitar tujuh kilometer ke utara dari pusat Kota Jepara. Pantai berpasir putih ini cocok untuk tempat berenang dan tempat favorit untuk melihat matahari terbenam.

Bisa juga mampir ke Pantai Bondo, Pantai Kartini, atau Pantai Empuk Rancak. Pantai Empuk Rancak awalnya kalah tenar dengan pantai-pantai lainnya di Jepara. Namun, sejak penduduk lokal secara mandiri mengelola pantai ini, Pantai Empuk Rancak mulai ramai dikunjungi wisatawan.

Apalagi di tempat ini banyak warung-warung makan seafood. Menikmati hidangan laut yang segar di tepi pantai berpasir putih pasti terasa nikmat. Pantai ini berada di Desa Karang Gondang.

Anda penggemar wisata sejarah? Maka, arahkan perjalanan ke sebuah benteng Portugis yang berada di Desa Banyumanis. Letaknya agak jauh dari pusat Kota Jepara, yaitu sekitar 45 kilometer ke arah utara. Perjalanan menuju benteng akan melewati jalanan yang kanan dan kiri jalannya ditumbuhi pohon berusia ratusan tahun. Peninggalan kolonial Portugis ini dibangun pada 1632.

Wisata kuliner pun tak bisa dilewatkan. Coba cicipi aneka makanan tradisional klenyem, kenyol, dan nagasar, yang merupakan jajanan tradisional. Ada pula pindang srani yang terbuat dari ikan kerapu dengan kuah kuning. Salah satu tempat berburu kuliner Jepara adalah di Shopping Center Jepara.

Menuju Jepara sangatlah mudah. Dari Jakarta bisa naik bus dari Terminal Rawamangun, Terminal Kampung Rambutan, atau Terminal Lebak Bulus, dengan kisaran tiket Rp 350.000 pergi-pulang. Jika dengan kereta api, bisa naik kereta ekonomi Kertajaya dari Stasiun Senen. Lebih nyaman dengan kereta eksekutif Sembrani atau kereta kelas bisnis Gumarang dari Stasiun Gambir.

Jumat, 27 April 2012

Juni, Ancol Menggelar Kompetisi Kembang Api
Pertunjukan kembang api selama 25 menit dengan sinkronisasi koreografi kembang api diatas permukaan air laut dengan musik berlangsung di Beach Pool, Ancol Taman Impian, Jakarta Utara, Sabtu (28/1/2012). Pertunjukan tersebut memecahkan rekor kembang api tahun lalu selama 20 menit. 

JAKARTA - Indonesia akan menjadi tuan rumah pada pergelaran acara kompetisi kembang api terbesar dan spektakuler bertaraf internasional yang akan berlangsung di Taman Impian Jaya Ancol pada 15-17 Juni 2012.
Acara yang dinamakan Indonesia International Fireworks ini, merupakan kompetisi kembang api bertaraf internasional terbesar hasil karya dari 5 negara seperti Prancis, Australia, Argentina, Maroko, dan China yang pertama diadakan di Indonesia.
Indonesia International Firworks Festival 2012 ini berkat kerja sama dari berbagai pihak yaitu Taman Impian Jaya Ancol, Comet Fireworks, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Festival kembang api yang merupakan acara bertaraf internasional dan juga yang pertama diadakan di Indonesia, sudah direncanakan selama dua tahun terakhir. Ada keinginan untuk menyuguhkan masyarakat sebuah tontonan yang indah dan spektakuler," kata Direktur Marketing Taman Impian Jaya Ancol, Wiranto saat konferensi pers di Planet Hollywood Jakarta, Kamis (26/4/2012).
Acara ini akan menampilkan kompetisi kembang api oleh dua negara setiap harinya. Hari pertama menampilkan kembang api dari negara Prancis dan Argentina. Hari kedua menampilkan Maroko dan China. Hari terakhir menampilkan kembang api dari Australia dan Indonesia sebagai penutup acara.
Selain festival kembang api akan ada acara pertunjukkan musik dimeriahkan oleh musisi nasional seperti RAN, The Groove, KLA Project, juga DJ nasional dan internasional. Tidak ketinggalan dalam acara ini akan menyuguhkan koreografi kembang api yang memamerkan budaya dari masing-masing negara seperti kuliner khas jakarta. Ada juga video mapping atau proyeksi video di air dan juga berbagai aktivitas seperti jetski.
Untuk harga tiket pada festival ini para pengunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp 100.000 pada hari Jumat (15/6/2012) dan Minggu (17/6/2012). Sedangkan pada hari Sabtu (16/6/2012) dikenakan biaya sebesar Rp 150.000. Tetapi jika Anda ingin datang 3 hari berturut-turut Anda dapat membeli 3 days-pass dengan harga tiket sebesar Rp 250.000.